Jumat, 04 Juni 2010

Jenis-Jenis Teori Komunikasi

Jenis-Jenis Teori Komunikasi

Betapa luasnya komunikasi ini dalam perkembangannya. Deddy Mulyana (2007:108). mengatakan, kita tidak dapat tidak berkomunikasi (we cannot not communicate). Karena kemampuan berkomunikasi inilah dan kemampuan berpikir semacam ini sehingga menghasilkan produk ilmuih berupa berbagai jenis teori komunikasi yang kemudian dipilah dan terbagi dalam beberapa jenis teori komunikasi.

Littlejohn (1996:21 dalam Burhan Bungin (2006:247)) mengatakan, erdasarkan metode penjelasan serta cakupan objek pengamatan, secara umum teori-teori komunikasi dapat dibagi dalam dua kelompok.

A. Teori Umum (General theories)

1. Teori- Teori Fungsional dan Struktural

Dibangun berdasarkan asumsi dasar teori yaitu: (1) Masyarakat merupakan organisme kehidupan (2) Masyarakat memiliki sub subsistem kehidupan (3) Masing-masing subsistem memiliki fungsi berbeda (4) Fungsi-fungsi subsistem saling memberi kontribusi kepada subsitem lain (5) Setiap fungsi akan terstruktur dalam masyarkat berdasarkan fungsi masing-masing.

Pendekatan fungsional dan struktural mempunyai titik penekanan yang berbeda.

Pendekatan fungsionalis berasal dari biologi pengkajiannya tentang cara-cara pengorganisasian dan mempertahankan sistem.

Pendekatan strukturalisme yang berasal dari linguistik, menekankan pengkajian pada hal-hal yang menyangkut pengorganisasian bahasa dan sistem sosial.

2. Teori-Teori Behavioral dan Cognitive

Menurut Sendjaja (2002:1-23) dalam Bungin (2006:249), sebagaimana halnya dengan teori-teori strukturalis dan fungsional, teori-teori behavioral dan cognitif juga merupakan gabungan dari dua tradisi yang berbeda. Perbedaan utama teori antara aliran behavioral dan kognitif dengan aliran struktural dan fungsional terletak pada fokus pegamatan serta sejarahnya. Teori Behavioral dan fungsional berkembang dari ilmu sosial dan ilmu-ilmu lainnya yang cenderung memusatkan struktur sosial dan budaya. Sementara teori-teori behvioral dan kognitif berkembang dari psikologi dan ilmu-ilmu behavioral lainnya yang cenderung memusatkan pengamatan pada diri manusia secara individual. Salah satu konsep pemikiran yang terkenal adalah Model S-R (Stimulus Respon)

3. Teori-Teori Konvensional dan Interaksional

Menurut Bungin (2006:250) mengatakan bahwa kehidupan sosial merupakan suatu proses interaksi yang membangun, memelihara serta mengubah kebiasaan –kebiasaan tertentu, termasuk bahasa dan simbol-simbol. Komunikasi, berdasarkan teori ini dianggap sebagai alat perekat masyarakat (the glue of society). Fokus pengamatan teori ini tidak pada terhadap struktur, tetapi tentang bagaimana bahasa dan simbol-simbol lainnya direproduksi , dipelihara, serta diubah dalam penggunaannya.

4. Teori-Teori Kritisdan Interpretatif

Mengacu pada Sendjaja (2002:1-23) dalam Bungin (2006: 251) teori ini gagasannya banyak berasal dari berbagai tradisi, seperti sosiologi interpretatif (interpretative sociology), pemikiran Max Weber , Phenomenology dan hermeneutics, Marxismedan aliran Frankfurt School’ serta sebagai pendekatan tekstual, seperti teori-teori retorika, Biblical, dan kesusastraan.

Teori-teori kritis dan interpretatif ini populer di negara-negara eropa kemudia melahirkan teori dan pendekatan baru dalam komunikasi seperti sosiologi komunikasi, hukum komunikasi dan hukum media, komunikasi antar budaya, komunikasi politik, komunikasi organisasi, komunikasi publik, semiotika komunikasi, dan sebagainya

Dua karakteristik umum pada teori ini

1. Penekanan terhadap peran subjektivitas yang didasarkan pada pengalaman individu

2. Makna atau meaning

B. Teori Teori Kontekstual

Seperti dijelaskan oleh Sendjaja (2002:1.25) dalam Bungin (2006: 252), berdasarkan konteks atau tingkatan analisisnya, teori komunikasi secara umum dapat dibagi dalam lima konteks atau tingkatan:

(1) komunikasi intra-pribadi (intra-personal communication);

proses komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang, dan pusat perhatiannya kajian bagaimana jalannya proses pengolahan informasi yang dialami seseorang melalui sistem syaraf dan indranya.

(2) komunikasi antarpribadi (interpersonal communication);

Komunikasi antar perorangan dan bersifat pribadi, baik secara langsung (tanpa medium) atau pun tidak (melalui medium). Seperti percakapan menggunakan telepon, surat menyurat. Teori-teori antarpribadi fokus pengamatan pada bentuk-bentuk dan sifat hubungan (relationship), percakapan (discourse), interkasi, dan karakteristik komunikator.

(3) komunikasi kelompok (group communication);

memfokuskan pada interaksi diantara orang-orang dalam komunikasi kelompok-kelompok kecil. Teori-teori komunikasi kelompok difokuskan tentang dinamika kelompok, efisiensi dan efektivitas penyampaian informasi dalam kelompok, pola dan bentuk informasi, serta pembuatan keputusan.

(4) komunikasi organisasi (organizational communication);

merujuk pada pola dan bentuk komunuikasi yang bterjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Teori ini melibatkan bentuk-bentuk komunikasi formal dan informal, pembahasannya menyangkut struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses pengorganisasian serta kebudayaan organisasi.

(5) komunikasi massa (mass communication).

Effendy (2009:20) mengatakan para ahli komunikasi berpendapat bahwa yang diksdu dengan komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi melalui media massa jelasnya merupakan singkatan dari komunikasi media massa(mass media communication). Ardinto dan Erdinaya (2005:48) mengatakan komunikasi massa merupakan sejenis kekuatan sosial yang dapat menggerakkan proses sosial ke arah suatu tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu. Bungin (2006: 252) menjelaskan komunikasi melalui media massa yang ditujukan kepda sejumlah khalayak yang besar. Yang melibatkan aspek-aspek komunikasi intra pribadi, komunikasi pribadi, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi. Teori komunikasi massa memfokuskan pada pada hal strukstur media hubungan media dengan masyarakat, hubungan media dan khalayak, serta dampak atau hasil komunikasi massa terhadap individu.

Daftar Pustaka

Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung: Rosdakarya

Bungin,Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi teori paradigma dan diskursus teknologi komunikasi dimasyarakat, Jakarta: Kencana

Sendjaya, Sasa Djuarsa, 1993. Teori Komunikasi, Jakarta:UT

Effendy, Onong Uchjana, 2009. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek,Bandung; Rosdakarya

Ardianto, Elvinaro dan Erdinaya, Lukita Komala, 2005. Komunikasi Massa Suatu Pengantar, Bandung, Rosdakarya

Stephen W. Littlejohn, Theories of Human Communiation, Wadsworth Publication, New Jersey, 1996.